Home » Terjemahan Mukasyafatul Qulub » Makna cinta menurut agama islam

Makna cinta menurut agama islam

Makna cinta menurut agama islam, mungkin kita sudah tau apa itu cinta ?, tapi disini akan sedikit di perjelas mengenai cinta menurut pandangan agama islam. cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah dan cinta kepada surga juga. hendaknya kita harus merealisasikan cinta kita dengan tindakan nyata di dunia ini. oke langsung saja simak artikel tentang Makna cinta menurut agama islam dan kisah di sertai kisah cinta islami singkat.

Seorang lelaki pernah melihat wujud gambar jelek di tengah hutan, dia bertanya “ engkau siapa ?” perwujudan buruk itu menjawab “ aku adalah penjelmaan amal jelekmu”. Si lelaki bertanya lagi “ bagaimana aku bisa lepas darimu ?”

“ucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana beliau saw pernah bersabda : “ pada hari jum’at membaca sholawat kepadaku sebanyak 80 kali, maka Allah mengampuni dosa-dosanya selama 80 tahun,” kata si buruk.

cinta-menurut-agama-islam Seorang lelaki lupa, tidak membaca sholawat Nabi saw. Saat malamnya, ia bermimpi melihat Nabi Muhammad saw tidak menoleh kepadanya, ia lalu bertanya “wahai Rasulullah apakah engkau marah kepadaku ?”

“ tidak”, jawab beliau saw. Lalu kenapa engkau tidak memandangku ?, karena aku tidak mengenalmu, jawab beliau saw. kata lelaki itu “ bagaimana engkau tidak mengenal aku, padahal aku adalah ummatmu!”

Lelaki itu bangun dari tidurnya. Kemudian setiap harinya dia selalu mengucapkan sholawat 100 kali, dan suatu hari ia bermimpi melihat Rasulullah saw, beliau bersabda “ sekarang aku mengenalmu, dan aku akan member syafaat buatmu.”

Artinya ia sudah menjadi orang yang amat cinta terhadap Rasulullah saw. para ulama meriwayatkan “engkau (Nabi saw) lebih mengenali ummatmu dari pada ibu mengenal anaknya.

Firman Allah Ta’ala : “ Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah ……”

Sebab-sebab turunya ayat di atas ketika Rasulullah saw mengajak Ka’ab bin Asyrof dan kawan-kawannya masuk islam. Mereka menjawab “ kami adalah putra-putra Allah, dan sungguh kami amat mencintai Allah.” Lalu Allah berfirman kepada Nabinya dalam surat Al-Imron ayat 31 yang artinya :

“ Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutlah dengan agamaku, Allah pasti mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah adalah dzat yang maha pengampun dan penyayang.”

Ikutlah dengan agamaku…. Karena aku adalah utusan Allah : aku bertugas menyampaikan risalahnya dan dasar-dasarnya kepada kalian. Kata Nabi Muhammad saw.

Mencintai sesama mukmin dengan dasar Karena Allah ialah dengan mengikuti perintahnya, taat kepadanya dan mencari ridhonya. Dan cintanya Allah terhadap orang mukmin ialah melalui pujiannya kepada mereka atas pahalanya kepada mereka juga ampunan dan rahmatnya. Kata imam ghazali dalam ihya’nya : “ Barang siapa yang mengakui empat hal tanpa melakukan yang empat maka dia adalah pembohong. 1 barang siapa yang mengaku cinta surga, namun tidak beramal dengan taat, maka dia pembohong. 2 barang siapa yang mengaku takut kepada neraka dan ia tidak meninggalkan maksiat itupun pembohong. 3 barang siapa yang mengaku cinta terhadap Allah, sementara selalu resah akan siksanya maka dia adalah pembohong. Robi’ah berkata : ‘ engkau durhaka terhadap tuhan, sedangkan engkau menampakkan kecintaan kepadanya; demi umurku sebagai taruhan, maka itu merupakan sesuatu yang aneh, andaikan cintamu benar, artinya engkau mentaatinya, karena orang yang cinta akan selalu patuh terhadap orang yang di cintai.’

kisah-cinta-dalam-islam

kisah cinta dalam islam

Ada serombongan orang mengunjungi Asy Syubalii ra. Dia berkata siapa kalian semua ?

Kami adalah orang-orang yang mencintaimu

Asy Syubalii menghadap mereka dengan membawa batu dan melempari mereka, merekapun lari.

Asy Syubalii berkata “ mengapa kamu lari dariku! Andai kamu betul betul mencintai aku, pasti tidak lari dan percobaanku.”

Asy Syubali melanjutkan fatwanya “ orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Allah akan mereguk minuman dari gelas cintanya, dan bagi mereka negeri dan bumi amat sempit, mereka minum dan tenggelam dalam lautan rindu kepadanya. Dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepadanya.”

Kemudia dia melantunkan syair

“ Ingat yang di cintai wahai tuanku, akan membuat aku mabuk, dan apakah engkau pernah melihat orang bercinta tanpa di rasuki mabuk kepayang!”.

Dari kisah islami singkat di atas apa yang bisa kita ambil ???

Ada yang berkata, “ sesungguhnya seekor unta yang lagi mabuk, ia tidak akan mau memakan rumput selama 40 hari. Namun bila di bebankan di punggungnya, iapun akan membawa beban itu. Manakala sekerat hati menggebu-gebu ingat terhadap kekasih, iapun enggan memasukkan makanan, dan tidak perduli beban di punggung tetap di tanggung demi rindunya terhadap kekasih. Unta saja bisa meninggalkan kesenangannya dan mau manggung beban di punggung demi sang kekasih; lalu apa kalian tidak sanggup meninggalkan kesenangan yang di haramkan Allah! Apakah kamu enggan menambah beban berat demi Allah ta’ala! Kalau kamu tidak mampu, artinya pengakuanmu menyatakan cinta tinggal nama tanpa suatu makna. Tidak akan berguna di dunia maupun di akhirat, juga di hadapan sesama mahluk atau kelak di hadapan sang pencita.

Ali kw. Berkata “barang siapa yang merindukan surga, tentu ia berkemas-kemas menuju segala bentuk kebaikan. Dan barang siapa yang takut terhadap neraka, iapun akan mencegah nafsunya dari yang di senangi. Dan barang siapa yang meyakini mati, pasti semua kenikmatan dunia dianggap remeh.”

Ibrahim Al Khawwassh ditanya mengenai kecintaan terhadap Allah, ia menjawab “ menghilangkan semua keinginan, membakar sifat materialistis atas semua kebutuhan, lalu ia menggelamkan dirinya ke lautan ( yang menjadi sebab datangnya petunjuk).

Sumber kitab Mukasyafatul Qulub

Demikianlah Makna cinta menurut agama islam. setelah kita sedikit paham atau sudah paham mengenai makna cinta dalam islam, hendaknya lah kita harus memiliki tindakan yang nyata di dunia ini untuk merealisasi kan bukti cinta kita kepada apa yang kita cintai. kita cinta Allah maka jauhi larangan nya dan lakukan segala yang di perintahkannya baik yang wajib maupun yang sunnah. Salam sobat aswaja, Shollualannabi Muhammad …

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *