Home » Hadits » Bahaya riba dalam pandangan islam beserta hadits tentang bahaya riba

Bahaya riba dalam pandangan islam beserta hadits tentang bahaya riba

bahaya riba dalam pandangan islam. bahaya memakan harta riba dan yang ikut melakukan riba juga kena imbasnya, dibawah ini akan ada sedikit pembahasan mengenai bahayanya riba. Banyak juga hadits bahaya riba yang akan di jelaskan di bawah ini.

Abu Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra berkata : Nabi saw bersabda  yang artinya :

Pada malam isra’ saya mendengar di langit ke tujuh suara petir dan halilintar juga kilat. Dan juga saya telah melihat orang-orang yang bear-besar perut mereka sebesar gunung yang di dalamnya ada ular-ular terlihat dari luar, maka saya Tanya kepada jibril : siapakah mereka itu ? jawanya mereka pemakan riba.

bahaya-memakan-harta-riba-dan-yang-ikut-melakukan-riba-juga-kena-imbasnya

hadits bahaya riba yang pertama dari Athaa’ Alkhuraasaani berkata : Abdullah bin Salaam berkata yang artinya :

Riba mengandung 72 dosa, dan yang terkecil sama dengan berzina pada ibu kandungnya di dalam islam, dan satu dirham uang riba lebih berbahaya dari 30 lebih berzina. Juga ia berkata : Allah akan mengizinkan semua berdiri pada hari kiamat baik yang taat maupun yang durhaka, tetapi pemakan riba tidak dapat bangun kecuali sebagaimana berdirinya orang yang sedang kemasukan jin, sehingga bagaikan orang mabuk setiap berdiri jatuh kembali.

Umar bin Alkhattab ra berkata yang artinya :

Ayat terakhir mengenai hokum yang turun ialah ayat riba, sehingga Rasulullah saw meninggal dunia dan belum menerangkan semua bagian macam-macamnya riba, karena itu tinggalkan yang terang-terang riba dan masih meragukan yang samar-samar yang kecil atau yang besar.

Alhaarits dari Ali bin Abi Thalib ra berkata yang artinya :

Rasulullah saw telah melaknat (mengutuk) orang yang makan riba dan yang memakannya, dan kedua saksinnya dan penulisnya. Juga mengutuk wanita yang membuat tai lalat palsu dan yang minta di buatkan. Juga mengutuk orang laki yang kawin untuk menghalalkan wanita yang di cerai tiga kepada yang mencerainya (cinta buta) dan lelaki yang di halalkan untuknya. Juga mengutuk orang yang tidak mengeluarkan zakat.

Abdullah bin Mas’uud ra berkata : Nabi saw bersabda yang artinya :

Tiada seorang yang mendapat harta dari haram lalu di sedekahkan melainkan tidak mendapat pahala, dan jika di belanjakan maka tidak di beri berkat di dalamnya, dan jika di tinggalkan maka akan menjadi bekalnya ke dalam neraka.

Abu Raafi berkata : saya menjual gelang kaki (binggel) perak kepada Abubakar Asshiddiq ra maka ia menimbang gelang dengan dirham, tiba-tiba gelangnya lebih berat sedikit dari dirhamnya, maka langsung ia mengambil gunting untuk memotong lebihannya itu, lalu saya berkata : lebihnya itu buat engkau, hai Khalifah Rasullullah, lalu ia berkata : apakah engkau tidak mendengar sabda Rasulullah saw yang artinya : yang melebihi dan yang meminta dilebihi di dalam neraka

Abu Said Alkhudri dan ubadaah bin asshaamit dan Abuhurairah ra mereka berkata : Nabi saw pernah bersabda yang artinya :

Perak dijual (ditukar) dengan perak harus sama beratnya, dan selebihnya riba, dan gandum dengan gandum harus sama-sama  dan kelebihannya riba. Lalu Nabi saw juga menyebut syair, kurma dengan garam, lalu bersabda : maka siapa yang melebihi atau minta kelebihan maka riba (berbuat riba).

Abdullah bin Mas’ud ra berkata : kami (sahabat-sahabat) meninggalkan 90 % dari cara-cara yang halal karena kuatir masuk dalam riba. Umar bin Alkhattab ra juga berkata seperti ini. Dan keterangan : tidak merajalela pelacuran dan makan riba dalam sebuah kota (desa) melainkan rusak dan binasa tempat itu.

Ali bin Abi Thalib ra berkata : siapa yang berdagang sebelum ia belajar dan mengerti agama, maka pasti terjerumus kedalam riba, kemudian terjerumus, kemudian tenggelam.

Al-alaa’ bin Abdirrahman dari ayahnya dari neneknya berkata : Umar bin Alkhattab nerkata : jangan jualan di pasar kami ini, orang-orang yang tidak mengerti agama, dan tidak menepati ukuran dan timbangan.

Laits dari Abdurrahman bin saabith berkata : sesungguhnya tanda akan binasanya suatu dusun atau kota jika telah membiarkan 4 macam : jika mengurangi ukuran, timbangan dan sukatan, dan merajalela pelacuran dan makan riba. Sebab merajalela perzinaan pasti ada thaa’uun waba’, dan jika mengurangi timbangan dan merugikan ukuran bakal tidak ada hujan, dan jika makan riba berarti mereka akan di binasakan dengan pedang.

Ubaid Almuhaaribi berkata : ketika saya berjalan di pasar di belakang Ali bin Abi Thalib ra sedang ia membawa tongkat kecil, maka bila ia melihat orang yang tidak menepati ukuran timbangan langsung di pukul dengan tongkatnya sambil di ingatkan : tepatkan timbanganmu.

Ibn Abbas ra berkata : hai orang-orang dari ajam, kami sedang melakukakn 2 urusan yang telah membinasakan ummat yang dahulu sebelum kamu, yaitu ukuran dan timbangan.

Rasulullah saw bersabda yang artinya :

Akan datang suatu masa, tidak seorang melainkan makan riba. Di Tanya semua manusianya ya Rasulullah ? jawab Nabi saw : siapa yang tidak langsung makan maka terkena debunya (dosanya) karena ia membantu sebagai saksi, atau penulis atau rela dengan itu. Sebagaimana yang di katakana oleh Abubakar : yang melebihi dan yang minta kelebihan keduanya dalam neraka.

Maka seharusnya seorang pedagang belajar kadar yang di hajatkannya untuk menghindarkan diri dari riba, dan berhati-hati benar dalam melayani timbangan dan sukatan ukuran, sebab Allah mengancam keras terhadap orang yang mencuri (mengurangi) ukuran atau timbangan dalam ayat yang artinya :

Ancaman keras dengan neraka wail bagi orang yang mencuri (mengurangi) timbangan atau takaran. Ialah mereka jika membeli dari orang minta cukup timbangan ukurannya. Tetapi bila ia menjual  mengurangi (mencuri) dan merugikan lain orang. Apakah mereka tidak merasa bahwa mereka akan di bangkitkan. Pada hari yang sangat hebat dahsyat. Yaitu ketika semua manusia bangkit untuk menghadap kepada tuhan yang mengatur semua alam.

Dan disana akan ditanya terhadap semua perbuatan mereka yang kecil dan yang besar, yang terang dan yang samar. Sebagaimana firman Allah dalam surat al kahfi ayat 49 yang terjemahannya : dan mereka telah mendapatkan semua yang mereka amalkan siap hadir, dan tuhan tidak melebihi atau mengurangi sedikitpun. Maka bahagialah siapa berlaku adil di dunia dalam jual belinya, dalam ukuran timbangannya, dan celaka bagi siapa yang merugikan atau mencuri hak orang lain.

hadits tentang bahaya riba yang terakhir. Umar ra berkata : Rasulullah saw telah bersabda yang artinya :

Sesungguhnya keadilah itu sebagai neraca timbangan Allah di bumi, maka siapa yang menggunakannya di tuntun ke surga, dan siapa yang meninggalkannya di seret ke neraka. Dan ketahuilah bahwa keadaan itu sebagaimana terjadi dari raja terhadap rakyat, demikian pula berlaku sesama rakyat. Karenan itu jalankanlah keadilan supaya kamu selamat dari siksa yang pedih.

Sumber kitab Tanbihul Ghafilin

Demikianlah Bahaya riba dalam pandangan islam beserta hadits tentang bahaya riba.  setelah kita mengetahuinya silahkan jauh-jauhlah kita dengan yang namanya riba itu bahkan jangan sampai kita ikut campur dengan yang berbau riba itu. Salam sobat aswaja, Shollualannabi Muhammad …

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *