Home » Al-Qur'an » ADAB – ADAB DALAM MEMBACA AL-QUR’AN

ADAB – ADAB DALAM MEMBACA AL-QUR’AN

ADAB – ADAB DALAM MEMBACA AL-QUR’AN, di bawah akan di jelaskan mengenai ADAB – ADAB lahiriyah dalam membaca MEMBACA AL-QUR’AN, klo sempat juga akan di jelaskan lebih banyak lagi tentang adab-adab membaca Al-Qur’an.

 

ADAB-ADAB-DALAM-MEMBACA-AL-QUR'AN

Segala puji bagi Allah swt yang memberi anugerah kepada hambanya dengan nabinya yang di utus dan kitabnya yang di turunkan. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Jin ayat 1-2 yang terjemahannya :

“sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur’an yang menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan tuhan kami.”

Sehingga meluas kepada ahli fikir lan pengambilan pelajaran terhadap apa yang di dalamnya dari kisah-kisah dan berita-berita. Dan dengannya jelaslah perilaku yang lurus, karena hokum-hukunya yang ada padanya (Al-Qur’an). Dan kitabnya itu membedakan antara yang halal dengan yang haram, dia adalah cahaya. Dengannya keselamatan dari tipu daya dan di dalamnya terdapat obat dari apa saja yang ada di dalam dada. Barang siapa yang menyelisihinya dan orang-orang yang sombong, maka ia dipatahkan oleh Allah swt.

Barang siapa yang menuntut ilmu pada selainnya, maka Allah Azza wa jallla menyesatkannya. Dialah tali Allah yang kuat, cahayanya yang jelas, tambatan yang terpercaya dan pegangan yang sempurna. Dialah yang meliputi yang sedikit dan yang banyak, yang meliputi yang kecil dan yang besar. Keajaiban-keajaibannya tidak habis dan keanehan-keanehannya tidak berkesudahan. Faidah-faidahnya tidak terliputi oleh batasan di kalangan ahli-ahli ilmu dan banyaknya pengulangan tidak memburukkannya di kalangan para ahli qira’ah.

Dialah yang menunjukkan orang-orang terdahulu dan terkemudian. Ketika jin mendengarnya, mereka terus berpaling kepada kaumnya untuk member peringatan.

Allah swt berfirman dalam surat Al-Jin ayat 1-2

“sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur’an yang menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan tuhan kami.”

Setiap orang yang beriman kepadanya, maka ia mendapat taufiq. (ditutup jalan keburukan dan di mudahkan jalan kebaikan). Barang siapa berkata dengannya, maka ia telah benar. Barang siapa yang berpegangan kepadanya maka ia mendapatkan petunjuk dan barang siapa yang mengamalkannya maka ia telah beruntung.

Allah swt berfirman dalam surat Ahl-Hijr ayat 9

“sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar menjaganya.”

Termasuk sebab-sebab pemeliharaannya Al-Qur’an di dalam hati dan mushaf adalah melanggengkan (terus menerus) Al-Qur’an itu di baca dan di tekuni mempelajarinya dan melaksanakan tatakesopanan-tata kesopanan (adab) dan syarat-syaratnya dan memelihara amal-amal batin dan tatakesopanan lahir  yang ada di dalamnya.

Simak 10 point mengenai ADAB – ADAB lahiriyah DALAM MEMBACA AL-QUR’AN :

  1. Mengenai keadaan membaca Al-Qur’an.
  2. Mengenai ukuran bacaan
  3. Mengenai segi pembagian
  4. Mengenai tulisan
  5. Tartil
  6. Menangis
  7. Agar ia menjadi hak ayat
  8. Pada permulaan bacaannya hendaklah ia membaca
  9. Mengeraskan bacaan
  10. membaikkan dan mentartilkan bacaan dengan cara mengulang-ulang suara tanpa pemanjangan yang keterlaluan dan tanpa merubah sunnah, itu adalah sunnat

simak penjelasan masing-masik topik di atas dengan klik di judulnya nantik akan ada penjelasan secara singkat mengenai 10 adab lahiriyah dalam membaca Al-Qur’an menurut imam ghozali dalam kitab Ihya’ nya.

Sumber Terjemahan kitab IHYA’ ULUMIDDIN jilid 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *