Dakwah Kepada Kebajikan

Ayat Al-Qur'an Tentang Dakwah Nabi Muhammad Saw, banyak ayat dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang dakwah, mungkin di bawah ini hanya sebagian saja. dibawah juga ada hadits tentang dakwah dan penjelasannya secara singkat. 
 
Dakwah Kepada Kebjikan
wallpaperislami.com
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 104
“ Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan.”
Maksud orang disini ialah jemaah atau golongan yang menjalankan misi dakwah kepada Allah swt. Tegasnya, menyeru manusia kepada segala perkara yang baik misalnya, menyeru kepada keimanan dan ketaatan. Orang yang menjalankan tugas dakwah kepada Allah Ta’ala, akan menerima penghormatan yang tinggi di sisi-nya dan memperoleh jasa yang besar untuk mendekatkan diri kepadanya. 

Rasulullah saw bersabda :

Dakwah Kepada Kebjikan
“ Barang siapa menyeru kepada kebajikan, maka baginya balasan yang sama (banyaknya) dengan balasan-balasan yang diberikan kepada siapa-siapa yang mengikutinya, tidak dikurangi balasan mereka itu sedikitpun. Dan barang siapa menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa yang sama (banyaknya) dengan dosa-dosa yang dikenakan kepada siapa-siapa yang mengikutinya, tidak di kurarngi dosa mereka sedikitpun.”
*** Sudah pada banyak yang tau mengenai ini tapi sedikit dari mereka yang ingin berbagi kebaikan, bayangkan saja jika kita jadi seorang guru ngaji di pondok, kita mengajarkan membaca Al-Qur’an pada setiap santri. Bayangkan saja ada 1000 santri. Jika mereka bisa membaca dengan benar menurut aturan yang sudah di tentukan, maka jika salah satu saja dari santri membacanya, maka guru tadi akan mendapatkan pahala yang sama dengan murid yang membaca tadi. Bayangkan jika 1000 orang tersebut membaca Al-Qur’an tiap hari, sudah berapa pahala yang di dapatkan seorang guru ngaji tersebut ? meskipun sudah guru yg mengajar ngaji itu sudah mati, pahala nya tetep sampai pada guru tersebut, karena itu merupakan ilmu yang bermanfaat.

Sabdanya lagi :
“ Orang yang menunjukkan kepada kebajikan (mendapat pahala) sama seperti orang yang melakukannya.”
Karena itu, barang siapa telah menjadikan dakwah kepada kebajikan sebagai tujuan dan tugas, maka sesungguhnya ia telah menerima sebagian besar Rasulullah saw. Dan ia telah mengikuti jalan yang di tunjukkan Allah Ta’ala melalui ayat berikut yang artinya :
“ Katakanlah (Muhammad) , ‘ inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak  termasuk orang-orang musyrik.” (QS Yusuf ayat 108)
Tugas Rasulullah saw di segala waktunya ialah berdakwah kepada Allah dengan ucapan dan perbuatan, karena sesungguhnya beliau telah diutus dan diperintahkan untuk melaksanakan tugas dakwah itu, sebagai firmannya berikut ini yang terdapat pada surat Ar-Ra’d ayat 36 yang artinya :
“Katakanlah, ‘ Aku hanya di perintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya. Hanya kepada-nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-nya aku kembali.”
Kini nyatalah, bahwa orang yang paling dekat dan utama kepada Rasulullah saw. Di dunia dan akhirat ialah orang yang sangat memperhatikan tugas dakwah ini.demikian pula orang yang banyak bekerja karena dakwah kepada Allah dan mengelompokkan diri secara sungguh-sungguh ke dalam golongan orang-orang yang berdakwah. Maksudnya, dakwah kepada kebajikan yang disertai dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah, serta mencegah dua lawannya yakni kufur dan maksiat.

Amar Makruf Nahi Mungkar

Allah swt berfirman dalam surat Al Imran ayat 104 yang artinya :
“ menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Ayat ini adalah lanjutan surat Ali Imran ayat 104 yang sebelumya. Maksudnya beruntung disini ialah menang dan bahagia di dunia dan akhirat. Menyuruh kepada yang makruf atau benar dan mencegah dari yang mungkar atau salah, adalah sebesar-besar syiar islam. Ia merupakan asas islam yang penting dan tugas utama kaum muslimin. Dengan memelihara asas ini, akan luruslah segala perkara dan baiklah segala hajat. Mengabaikannya, berarti merintangi segala hak dan melanggar segala batasan. Akhirnya, lenyaplah segala yang hak dan benar dan lahirlah yang batil dan salah.

Yang dimaksud dengan baik dan benar disini ialah segala perkara yang diperintahkan Allah kepada kita untuk mengerjakannya, sedang dia ridho jika sekalian hambanya menunaikannya. Akan halnya yang batil dan salah ialah segala perkara yang Allah melarang kita untuk melakukannya, sedang ia suka jika sekalian hambanya menjauhinya. Melakukan tugas ini yakni menyuruh ke yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merupakansuatu tugas yang wajib dan perintah yang tidak boleh diabaikan sama sekali.

Rasulullah saw bersabda :

Dakwah Kepada Kebjikan
“ Barang siapa diantaramu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, meka dengan lidahnya. Dan jika tidak mampu pula, maka dengan hatinya, dan demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”
Dalam riwayat lain dinyatakan, bahwa orang yang mengubah atau mengingkari dengan hati disifatkan sebagai orang yang tidak memliki iman, sekalipun seberat Zarrah (atom). 

Sabdanya lagi :
“ Bukan dari golongan kami, orang yang tidak mengasihi yang kecil dan tidak menghormati yang tua, tidak menyuruh berbuat yang baik dan melarang berbuat yang jahat.”
Sabdanya lagi :

Dakwah Kepada Kebjikan
“ Demi jiwaku yang berada di dalam kekuasaannya, hendaklah kamu menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat, dan mencegah orang yang berbuat zalim, atau Allah akan menurunkan azabnya atas kamu.”
Sabdanya lagi :
“ jika ummatku takut berkata kepada si zalim, ‘ Hai Zalim !’ maka terlepaslah amanat itu dari tangannya.”
Yakni, telah lenyaplah kebaikan umt itu dan dekatlah masa kehancurannya.

Sumber terjemahan kitab An-Nasa'ih Ad-Diniyah wal-Wasaya Al-Imaniyyah (nasehat agama dan wasiat iman)

seandainya kalian memiliki ilmu untuk berdakwah seudah seharusnya anda memulai berdakwah, tidak semua orang bisa berdakwah, karena kalau saja yang di sampaikannya pada saat mengajar atau berceramah ada yang keliru, maka akan berdampak juga kesalahannya pada penceramahnya. Demikianlah Dakwah Kepada Kebajikan.

Subscribe to receive free email updates: